Wednesday, 27 January 2010

Cermin yang terlupakan

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.

Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.

Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.

Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan.

Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.

Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.

Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith. "Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi. Mrs. Smith tercengang. "Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?" katanya.
"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus." jawab pria itu. Mrs. Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.

Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm ... anda bisa membeli cermin itu untuk satu dolar."
Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.

"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?"
"Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang." jawab si pembeli..

Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.

Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!

"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan gembira. Mrs. Smith tidak bisa
berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.

Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.

Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.

Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita.

Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.

Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?

Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?

Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.

Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.

Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik.

Mari kita melakukan sesuatu yang baru.

Mari kita membuat perbedaan!

Thursday, 7 January 2010

Aku rindu Kau.. Tuhan

Ya Tuhan..
Sore ini aku terbangun dari kelelehan ku,
Astaga, aku masih belum berkunjung kerumahMu lagi,
Walau hanya sekedar mampir untuk menyapa Mu saja Bapa..
Tuhan,
Akupun tak ingat lagi..
kapan terakhir kali aku datang keBaitMu,
Padahal..
Kau mengirimkan aku jiwa yang menuntunku kerumahMu dimana pun aku berada.
Maaf.. maaf Tuhan.. maafkan aku..
aku terlalu sibuk dengan dunia ku,
aku terlalu sibuk dalam dunia ku..
Sampai aku melupakan akan kerinduanMu padaku..
Tuhan..
aku rindu kasihMu,
aku rindu mengunjungiMu,
aku rindu.. rindu Tuhan..
Tapi, agh.. aku terlalu ego
Dalam dunia ciptaan ku ini bapa,,,
Namun..
aku percaya Bapa..
kau selalu menjawab kerinduan ku pada Mu..

salam rindu untuk Mu, Bapa..
dari anak yang sungguh haus akan Engkau..
Amien.

Cicak di Dinding Kamarku

Ia berdiam diri di dalam kamarnya yang gelap, hanya satu lampu kecil menerangi kamar itu. dia menatap ke langit2 kamarnya sambil memikirkan dosa yang sudah di perbuatnya, ia memandang seekor cicak yang berdiam diri, dalam khayalan cicak itu bertanya kepadanya, 'mengapa engkau melamun dalam kegelapan?' dia memulai percakapan dengan cicak itu dan berkata 'mungkin selama ini tanpa aku sadari, aku hidup dalam kegelapan'. 'apa yang kau pikirkan sekarang?' sahut cicak itu, 'aku takut hidupku tidak berkenan di hadapanNya'.

Cicak itu tersenyum.. 'ckckc.. tahukah kau kawanku, aku sudah berkeliling dari rumah ke rumah dan menemui banyak anak manusia, suatu saat aku melihat seorang manusia yang hidupnya hanya memikirkan kesenangan dunia, ia memanjakan dirinya dengan kepuasan dan menjadi sahabat baik dunia ini, ia hanya memikirkan tentang dirinya dan kesenangannya, apa yang dilakukannya hanya menuruti keinginan dagingnya. suatu malam ia berbaring di tempat tidurnya dan menatapku, aku bertanya kepadanya, 'kawanku tidak takutkah engkau akan apa yang engkau lakukan?, apakah engkau tidak merasakan berat beban dosa dari perbuatan yang engkau lakukan?, sahut manusia itu kepadaku, 'apakah beban dosa itu? seberapa beratkah dosa itu? beritahu kepadaku hai penghuni dinding kamarku, sebab aku tidak pernah merasakan berat beban itu di pundakku',

aku pun pergi meninggalkanya tanpa menghiraukan pertanyaanya. Dengan sedikit berpikir dia bertanya kepada cicak itu,'mengapa aku merasakan hal yg berbeda dengan manusia itu? aku merasa bersalah dengan setiap dosa yang kuperbuat, akupun malu kepadaNya karna terus mengulang kesalahanku' apa yang salah denganku?,cicak itu senyum dan berkata, 'hai kawanku tahukah kamu mengapa aku meninggalkan manusia itu tanpa memperdulikan pertanyaannya, itu karena aku tidak ingin bercakap-cakap kepada orang yang sudah mati, dan aku senang bercakap-cakap denganmu karna engkau masih hidup, bukan seperti manusia yang kuceritakan tadi. dengan bingung dia menyahut,'apakah maksudmu hai cicak?', engkau manusia yang berakal budi, mengapa engkau tidak mengerti? tahukah engkau jikalau seseorang yang sudah mati tidak merasakan sesuatu apa-apa, apakah yang dirasakan orang mati jika engkau meletakan beban seratus kilogram diatas tubuhnya?, bukankah dia tidak merasakan apa2? demikianlah manusia itu, sebab rohnya sudah lama mati sehingga ia tidak merasakan beban dosa yang di perbuatnya, sesungguhnya jalan hidupnya adalah menuju kebinasaan, dan engkau, engkau masih hidup kawanku, hidup ini adalah perjuangan, berjuanglah terus dalam hidupmu agar berkenan dihadapanNya, janganlah menyerah dan jangan putus asa.

dia menoleh ke arah lampu kamarnya yang redup dan menatap lampu itu tanpa berkedip, iapun memejamkan matanya dan sesekali membuka matanya, sejam berlalu tetapi ia belum dapat terlelap, terlalu banyak yang ia pikirkan sehingga hatinya resah, ia mempunyai terlalu banyak masalah dan ia merasa seakan-akan Tuhan telah meninggalkannya. cick..cick..cickcickcick, suara cicak di dinding kamarnya menyadarkannya, kembali ia menatap cicak itu dan terbawa ke dalam khayalan, dalam khayalannya ia bercerita pada cicak itu. 'tahukah engkau hai cicak yang bijaksana, sepanjang hidupku aku merasakan banyak berkat Tuhan, hampir setiap doaku di jawabnya dan apa yang aku minta selalu diberikanNya, aku merasakan hadirat dan kasihNya, hidupkupun selalu berhasil. tetapi lihatlah keadaanku sekarang aku diselimuti banyak permasalahan bahkan doaku sepertinya hanya aku ucapkan sia-sia di udara, Dia seperti menyembunyikan wajahNya dihadapanku, aku merasakan masa seperti masa kekeringan panjang yang melanda negri. 'ckckc..' cicak itu berjalan 3 langkah dan melihatnya, 'ckckc.. apakah yang menggelisahkan hatimu hai manusia?' belum cukupkah perbuatan ajaibNya dihadapanmu? mengapa engkau kurang percaya?.. dia menjawab:' hai cicak yang bijaksana beritahukan apakah maksud perkataanmu itu?'.. Engkau seorang yang pandai masakan engkau bertanya kepadaku seekor cicak yang hanya menumpang di rumahmu?

lihatlah betapa sayangnya seorang ayah kepada anaknya ketika anak itu dalam masa pertumbuhannya, apa yang dimintainya selalu diberikan oleh ayahnya bahkan hal-hal yang egoispun di penuhi oleh ayahnya, sepanjang hari ayahnya memeliharanya dan memberikan yang terbaik kepadanya, seorang anak kecil ini bangga akan ayahnya dan merasakan selalu kehadiran ayahnya disampingnya. anak itu pun beranjak dewasa, ayahnya telah mengajarinya banyak hal dalam kehidupan dan ayahnya yakin bahwa anaknya dapat melaksanakan hidupnya dengan baik dan membawa kebanggaan baginya, ayahnya mempercayakan kehidupannya untuk ia jalani. sepanjang hidup dewasanya ia mengalami banyak hal yang menyulitkannya, apa yang ia minta kepada ayahnya tidak lagi dipenuhi oleh ayahnya, dalam kesulitannya ia berteriak kepada ayahnya tetapi ayahnya seperti memalingkan telinganya, iapun berusaha menjalani hidupnya dalam kesusahan dan belajar dari kehidupan yang di jalaninya sambil terus berseru kepada ayahnya, hari lepas hari ia menjadi seorang yang kuat, seorang yang boleh dikatakan benar-benar dewasa dan seseorang yang hidup menyenagkan hati ayahnya, iapun mengerti kalau ayahnya tidak pernah meninggalkannya sendirian dan apa yang trjadi dalam hidupnya adalah rencana seorang ayah yang hebat yang terus memandang kehidupan anaknya walau ia kadang tidak mengetahui hal itu. suasana menjadi hening beberapa saat, sambil tersenyum bahagaia dia menyahut cicak itu,' hai cicak yang bijaksana, sekarang nyata bagiku kasih Tuhan dalam hidupku yang tidak bekesudahan, Ia yang dulu memberkatiku, Ia juga yang sekarang akan memeliharaku, Ia tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya sebab Ia adalah Tuhanku yang mengasihiku. ckckckc.. cicak itu tersenyum dan meninggalkanya. Dia memalingkan wajahnya menatap lampunya yang redup, memejamkankan matanya dan terlelap dalam tidurnya

Tuesday, 5 January 2010

Beberapa Tips

9 CARA BERKAWAN DAN MEMPENGARUHI ORANG
1. REMEMBER THE NAME: INGATLAH BAHWA NAMA SESEORANG, ADALAH YANG TERPENTING DALAM SEGALA BAHASA DAN BENTUK PERHARGAAN APAPUN DAN BAGI DIRINYA, ADALAH SUARA YANG TERINDAH DARI SUARA YANG ADA.
2. APPRECIATION: MANUSIA SANGAT MENGHARGAI BILA DIBERIKAN PENGHARGAAN SECARA TULUS DAN JUJUR
3. ATTENTION: BERILAH PERHATIAN YANG SUNGGUH SUNGGUH KEPADA ORANG LAIN
4. PROUD: MEMBICARAKAN DIRI SENDIRI TENTANG KEBERHASILAN-KEBERHASILANNYA MERUPAKAN KESENANGAN TERSENDIRI, BERBICARALAH MENGENAI KESENANGAN ORANG LAIN
5. IMPORTANT: BERBUATLAH AGAR ORANG LAIN MERASA BAHWA DIRINYA PENTING DAN LAKUKAN HAL INI DENGAN TULUS DAN JUJUR
6. GOOD LISTENER: JADILAH PENDENGAR YANG BAIK DAN BERILAH DORONGAN AGAR ORANG LAIN BERBICARA MENGENAI DIRINYA
7. GOOD FRIEND: BUATLAH BAHWA KEHADIRAN ANDA DIPERLUKAN OLEH REKAN-REKAN ANDA
8. DON’T COCA COLA CUP: JANGAN SENANTIASA / SELALU MENGKRITIK, MENGUTUK, MAUPUN MENGELUH
9. S M I L E: BERILAH KEPADA TEMAN / KAWAN SESUATU YANG SANGAT MURAH ( BAGI KITA - PEMBERI ) AKAN TETAPI SANGAT BERARTI ( BAGI YANG MENERIMA )
10 CARA UNTUK BEKERJA SAMA
1. CARA TERBAIK DALAM PERDEBATAN ADALAH: MENGHINDARINYA
2. HARGAILAH PENDAPAT ORANG LAIN DAN JANGAN MENGATAKAN BAHWA PENDAPATNYA ADALAH: SALAH
3. AKUI KESALAHAN: BILA ANDA BERSALAH AKUILAH SECEPATNYA DAN JELASKAN KESALAHAN ANDA
4. BERFIKIR POSITIP. AWALI PEMBICARAAN DENGAN CARA YANG BERSAHABAT.
5. USAHAKAN AGAR ORANG LAIN BERKATA: YA - YA - YA
6. JANGAN MEMONOPOLI PEMBICARAAN: USAHAKAN AGAR LAWAN BICARA ANDA MENGAMBIL BAGIAN YANG LEBIH BANYAK DALAM PEMBICARAAN YANG BERSEMANGAT
7. APALAH ARTINYA NAMA: BIARKAN ORANG LAIN MERASA BAHWA IDE-IDE DATANG DARI PADANYA
8. OBJEKTIP: BERUSAHALAH UNTUK MELIHAT DARI SUDUT PANDANG ORANG LAIN DENGAN SEJUJUR-JUJURNYA
9. RASIONAL: BERSIKAPLAH SIMPATIK TERHADAP KEINGINAN SERTA IDE-IDE ORANG LAIN
10. MOTIVASI: HADAPI ORANG LAIN DENGAN MOTIVASI YANG TINGGI
9 CARA UNTUK MEMOTIVASI ORANG
1. PUJIAN: AWALILAH DENGAN PUJIAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH DENGAN TULUS
2. JANGAN MENUDUH: BILA ORANG LAIN DINILAI BERSALAH, JANGANLAH DITUDUH SECARA LANGSUNG
3. INTROSPEKSI: BERBICARALAH TENTANG KESALAHAN DIRI ANDA SENDIRI SEBELUM MEMPERSALAHKAN ORANG LAIN
4. PERTANYAAN POSITIP: BENTUKLAN PERINTAH-PERINTAH ANDA DALAM BENTUK PERTANYAAN-PERTANYAAN
5. HARGA DIRI: HARUS DIUSAHAKAN AGAR ORANG LAIN TIDAK KEHILANGAN MUKA
6. PUJIAN - PRAISE: BERIKANLAH PUJIAN DALAM PRESTASI SEKECIL APAPUN DAN DUKUNGLAH ATAS USAHANYA
7. CONTOH YANG BAIK (GOOD EXAMPLES): BERIKAN GAMBARAN REPUTASI YANG BAIK TENTANG ORANG LAIN UNTUK DAPAT MENDORONG MENJADI LEBIH BAIK.
8. BERFIKIR POSITIP: GUNAKAN DORONGAN SEMANGAT DAN USAHAKAN AGAR TIAP KESALAHAN MENJADI MUDAH UNTUK DIPERBAIKI
9. BAHAGIA - HAPPY: BUATLAH ORANG LAIN MERASA BAHAGIA UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL YANG ANDA USULKAN