<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682</id><updated>2012-02-15T22:22:26.943-08:00</updated><category term='hidup'/><category term='love'/><category term='tips'/><category term='sesal'/><title type='text'>Trahwitopan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-346285162622673907</id><published>2010-03-24T05:44:00.001-07:00</published><updated>2010-03-24T05:44:42.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai</title><content type='html'>Pasti ada satu alasan mengapa banyak orang sering berhenti menyelesaikan suatu proyek atau tugas mereka, entah itu tugas kecil atau besar, pada titik-titik tertentu. Mungkin mereka merasa tugasnya sangat menumpuk atau sangat sulit untuk dikerjakan sehingga mereka frustasi dan stress. Akhirnya mereka berhenti mengerjakannya atau setidaknya mereka berpikir untuk berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka frustasi, otomatis akan tercipta suatu penghalang dalam diri mereka yang menyebabkan motivasi mereka untuk tetap melanjutkan pekerjaan terganggu. Antusiasme mereka yang tinggi saat mereka melakukan tugas tersebut pertama kali akan turun dengan sangat drastis dan kemungkinan mereka berhenti menyelesaikan tugas di tengah jalan sangatlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang biasanya mereka sering lakukan di saat seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan berjalan dengan menyeret kakinya, membuat kopi dan ketika bertemu dengan seseorang yang ‘tepat’, mereka akan menghabiskan beberapa menit untuk melakukan pembicaraan satu arah, mengeluh tentang proyek atau tugas yang sedang mereka kerjakan. Mungkin secara tidak sadar anda pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka telah selesai mengeluh, mereka segera kembali pada tugasnya dan berpikir dengan penuh keraguan dan kebencian, bagaimana mereka dapat menyelesaikan pekerjaan mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada anda jatuh pada keadaan yang lebih sulit lagi dan menambah frustasi anda, saya akan mencoba berbagi 5 cara bagaimana anda tetap produktif dan termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah anda mulai serta antusias terhadap apa yang anda kerjakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pecahlah tugas anda menjadi beberapa bagian kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hanya perlu membagi tugas anda (break down) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih terkendali. Sebagai contoh: anda memiliki target pribadi untuk membuka sebuah usaha. Jika yang terpikirkan oleh anda hanya membuka tempat usaha dengan segera, maka anda bisa-bisa frustasi di tengah jalan. Yang perlu anda lakukan adalah membagi tugas anda tersebut menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, seperti : survei lokasi, mencari supplier, mengurus perijinan, mencari pegawai, membeli perlengkapan usaha dan melakukan aktivitas promosi. Bukankah terlihat menjadi lebih mudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membagi tugas anda menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, akan membuat pekerjaan anda juga menjadi tidak membosankan. Ketika anda berhasil menyelesaikan satu tugas kecil, anda akan merasa terpuaskan dan gembira. Secara psikologi ini merupakan modal berharga untuk melangkah ke tugas kecil berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebelum anda melanjutkan ke tugas berikutnya, ada baiknya anda memberikan penghargaan untuk diri anda sendiri, misalkan membeli secangkir kopi starbucks atau apapun yang bisa memanjakan anda untuk merayakan pencapaian yang telah anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perayaan tersebut berakhir, kembalilah pada pekerjaan anda dan mulai melakukan tugas kecil anda berikutnya. Saya yakin mood anda saat itu akan sangat berbeda. Anda akan lebih produktif dan lebih termotivasi dalam bekerja. Di satu sisi anda akan berusaha mencari lagi penghargaan-penghargaan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manfaatkan efek bola salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anda temukan bagian dari tugas anda yang yang paling menyenangkan dan mulailah dari sana. Anda akan dengan mudah dan cepat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mungkin anda pernah mendengar tips mengerjakan soal ujian : mulailah dari yang mudah terlebih dahulu, tinggalkan dulu yang soal-soal yang sulit. Jika anda hanya berkutat pada soal yang sulit, anda akan stress dan kehabisan waktu, sementara masih banyak soal yang belum dikerjakan. Prinsip ini pun sama digunakan dalam menyelesaikan tugas atau proyek anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda selesai mengerjakan bagian dari tugas yang menyenangkan, secara tidak sadar anda telah selangkah lebih maju menuju penyelesaian tugas atau proyek anda. Hal ini tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anda untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya yang lebih sulit. Ketika anda berhasil kembali menyelesaikan, rasa percaya diri anda semakin tinggi lagi. Inilah yang disebut efek bola salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hindari mengerjakan banyak tugas sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang memiliki sifat ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sifat ini sebetulnya baik, namun yang kurang baik adalah jika hal itu dipraktekkan dengan melakukan banyak tugas secara serentak. Saya pun dulu suka melakukan kebiasaan yang kurang baik seperti ini. Akhirnya tidak ada pekerjaan yang terselesaikan, justru memakan waktu yang lebih lama. Rasa-rasanya superman pun tidak bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokuslah pada apa yang sudah ada di depan mata anda. Selesaikan tugas anda satu per satu. Saya jamin anda akan lebih produktif, tingkat motivasi anda akan terus meningkat (seperti telah saya sampaikan pada point 1 dan 2), serta anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beristirahat dan bersenang-senanglah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu saat dimana motivasi anda menurun dan anda merasa tidak bersemangat. Mungkin anda telah melalui hari-hari yang panjang dan melelahkan, atau tugas yang tersisa begitu beratnya untuk diselesaikan dan memakan waktu yang sangat banyak. Anda bukanlah robot, oleh karenanya saya sangat menyarankan anda untuk meninggalkan pekerjaan sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton bioskop, pergi ke restoran favorit, chatting, atau berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya disini adalah mengalihkan perhatian anda dari tugas-tugas anda serta mengurangi stress/frustasi yang anda rasakan. Jadi ketika anda melakukan hal-hal yang menyenangkan tersebut, jangan terpikirkan mengenai tugas-tugas yang belum terselesaikan. Betul-betul lupakan total! Ketika anda kembali pada tugas anda, saya yakin anda akan lebih santai, segar dan termotivasi untuk melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beristirahatlah sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beristirahat lagi? Ya, namun kali ini adalah istirahat sejenak. Setelah anda bekerja selama 40-45 menit, ambillah break ringan selama 3-5 menit. Disarankan anda sedikit menjauh dari area kerja anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian mengatakan bahwa setelah anda bekerja selama 40-45 menit, otak anda cenderung lelah atau melambat. Mungkin kondisinya tidak memungkinkan anda untuk menunda atau meninggalkan pekerjaan. Namun intinya adalah ketika anda merasa sangat lelah atau anda sudah tidak dapat fokus lagi, beristirahatlah sejenak. Lakukan peregangan, minum segelas air putih, atau berjalan-jalan mencari udara segar. Anda akan mendapatkan energi tambahan secara instan, sehingga anda akan termotivasi dan bersemangat untuk melanjutkan kembali pekerjaan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah 5 hal ini menjadi bagian dalam hidup anda. Jika anda dapat melakukannya secara konsisten, saya rasa anda akan lebih produktif, lebih antusias, lebih termotivasi dan memiliki rasa kepuasan diri yang tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-346285162622673907?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/346285162622673907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/03/bagaimana-tetap-termotivasi-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/346285162622673907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/346285162622673907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/03/bagaimana-tetap-termotivasi-untuk.html' title='Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-8488785019096219142</id><published>2010-01-27T04:28:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T04:29:06.376-08:00</updated><title type='text'>Cermin yang terlupakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith. "Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi. Mrs. Smith tercengang. "Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?" katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus." jawab pria itu. Mrs. Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm ... anda bisa membeli cermin itu untuk satu dolar."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang." jawab si pembeli..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan gembira. Mrs. Smith tidak bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mari kita melakukan sesuatu yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mari kita membuat perbedaan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-8488785019096219142?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/8488785019096219142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/cermin-yang-terlupakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/8488785019096219142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/8488785019096219142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/cermin-yang-terlupakan.html' title='Cermin yang terlupakan'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-5016721882491849953</id><published>2010-01-07T04:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T04:56:00.399-08:00</updated><title type='text'>Aku rindu Kau.. Tuhan</title><content type='html'>Ya Tuhan..&lt;br /&gt;Sore ini aku terbangun dari kelelehan ku,&lt;br /&gt;Astaga, aku masih belum berkunjung kerumahMu lagi,&lt;br /&gt;Walau hanya sekedar mampir untuk menyapa Mu saja Bapa..&lt;br /&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;Akupun tak ingat lagi..&lt;br /&gt;kapan terakhir kali aku datang keBaitMu,&lt;br /&gt;Padahal..&lt;br /&gt;Kau mengirimkan aku jiwa yang menuntunku kerumahMu dimana pun aku berada.&lt;br /&gt;Maaf.. maaf Tuhan.. maafkan aku..&lt;br /&gt;aku terlalu sibuk dengan dunia ku,&lt;br /&gt;aku terlalu sibuk dalam dunia ku..&lt;br /&gt;Sampai aku melupakan akan kerinduanMu padaku..&lt;br /&gt;Tuhan..&lt;br /&gt;aku rindu kasihMu,&lt;br /&gt;aku rindu mengunjungiMu,&lt;br /&gt;aku rindu.. rindu Tuhan..&lt;br /&gt;Tapi, agh.. aku terlalu ego&lt;br /&gt;Dalam dunia ciptaan ku ini bapa,,,&lt;br /&gt;Namun..&lt;br /&gt;aku percaya Bapa..&lt;br /&gt;kau selalu menjawab kerinduan ku pada Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam rindu untuk Mu, Bapa..&lt;br /&gt;dari anak yang sungguh haus akan Engkau..&lt;br /&gt;Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-5016721882491849953?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/5016721882491849953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/aku-rindu-kau-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/5016721882491849953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/5016721882491849953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/aku-rindu-kau-tuhan.html' title='Aku rindu Kau.. Tuhan'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-2903953357527411629</id><published>2010-01-07T04:12:00.001-08:00</published><updated>2010-01-07T04:12:23.055-08:00</updated><title type='text'>Cicak di Dinding Kamarku</title><content type='html'>Ia berdiam diri di dalam kamarnya yang gelap, hanya satu lampu kecil menerangi kamar itu. dia menatap ke langit2 kamarnya sambil memikirkan dosa yang sudah di perbuatnya, ia memandang seekor cicak yang berdiam diri, dalam khayalan cicak itu bertanya kepadanya, 'mengapa engkau melamun dalam kegelapan?' dia memulai percakapan dengan cicak itu dan berkata 'mungkin selama ini tanpa aku sadari, aku hidup dalam kegelapan'. 'apa yang kau pikirkan sekarang?' sahut cicak itu, 'aku takut hidupku tidak berkenan di hadapanNya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicak itu tersenyum.. 'ckckc.. tahukah kau kawanku, aku sudah berkeliling dari rumah ke rumah dan menemui banyak anak manusia, suatu saat aku melihat seorang manusia yang hidupnya hanya memikirkan kesenangan dunia, ia memanjakan dirinya dengan kepuasan dan menjadi sahabat baik dunia ini, ia hanya memikirkan tentang dirinya dan kesenangannya, apa yang dilakukannya hanya menuruti keinginan dagingnya. suatu malam ia berbaring di tempat tidurnya dan menatapku, aku bertanya kepadanya, 'kawanku tidak takutkah engkau akan apa yang engkau lakukan?, apakah engkau tidak merasakan berat beban dosa dari perbuatan yang engkau lakukan?, sahut manusia itu kepadaku, 'apakah beban dosa itu? seberapa beratkah dosa itu? beritahu kepadaku hai penghuni dinding kamarku, sebab aku tidak pernah merasakan berat beban itu di pundakku',&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pun pergi meninggalkanya tanpa menghiraukan pertanyaanya. Dengan sedikit berpikir dia bertanya kepada cicak itu,'mengapa aku merasakan hal yg berbeda dengan manusia itu? aku merasa bersalah dengan setiap dosa yang kuperbuat, akupun malu kepadaNya karna terus mengulang kesalahanku' apa yang salah denganku?,cicak itu senyum dan berkata, 'hai kawanku tahukah kamu mengapa aku meninggalkan manusia itu tanpa memperdulikan pertanyaannya, itu karena aku tidak ingin bercakap-cakap kepada orang yang sudah mati, dan aku senang bercakap-cakap denganmu karna engkau masih hidup, bukan seperti manusia yang kuceritakan tadi. dengan bingung dia menyahut,'apakah maksudmu hai cicak?', engkau manusia yang berakal budi, mengapa engkau tidak mengerti? tahukah engkau jikalau seseorang yang sudah mati tidak merasakan sesuatu apa-apa, apakah yang dirasakan orang mati jika engkau meletakan beban seratus kilogram diatas tubuhnya?, bukankah dia tidak merasakan apa2? demikianlah manusia itu, sebab rohnya sudah lama mati sehingga ia tidak merasakan beban dosa yang di perbuatnya, sesungguhnya jalan hidupnya adalah menuju kebinasaan, dan engkau, engkau masih hidup kawanku, hidup ini adalah perjuangan, berjuanglah terus dalam hidupmu agar berkenan dihadapanNya, janganlah menyerah dan jangan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia menoleh ke arah lampu kamarnya yang redup dan menatap lampu itu tanpa berkedip, iapun memejamkan matanya dan sesekali membuka matanya, sejam berlalu tetapi ia belum dapat terlelap, terlalu banyak yang ia pikirkan sehingga hatinya resah, ia mempunyai terlalu banyak masalah dan ia merasa seakan-akan Tuhan telah meninggalkannya. cick..cick..cickcickcick, suara cicak di dinding kamarnya menyadarkannya, kembali ia menatap cicak itu dan terbawa ke dalam khayalan, dalam khayalannya ia bercerita pada cicak itu. 'tahukah engkau hai cicak yang bijaksana, sepanjang hidupku aku merasakan banyak berkat Tuhan, hampir setiap doaku di jawabnya dan apa yang aku minta selalu diberikanNya, aku merasakan hadirat dan kasihNya, hidupkupun selalu berhasil. tetapi lihatlah keadaanku sekarang aku diselimuti banyak permasalahan bahkan doaku sepertinya hanya aku ucapkan sia-sia di udara, Dia seperti menyembunyikan wajahNya dihadapanku, aku merasakan masa seperti masa kekeringan panjang yang melanda negri. 'ckckc..' cicak itu berjalan 3 langkah dan melihatnya, 'ckckc.. apakah yang menggelisahkan hatimu hai manusia?' belum cukupkah perbuatan ajaibNya dihadapanmu? mengapa engkau kurang percaya?.. dia menjawab:' hai cicak yang bijaksana beritahukan apakah maksud perkataanmu itu?'.. Engkau seorang yang pandai masakan engkau bertanya kepadaku seekor cicak yang hanya menumpang di rumahmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah betapa sayangnya seorang ayah kepada anaknya ketika anak itu dalam masa pertumbuhannya, apa yang dimintainya selalu diberikan oleh ayahnya bahkan hal-hal yang egoispun di penuhi oleh ayahnya, sepanjang hari ayahnya memeliharanya dan memberikan yang terbaik kepadanya, seorang anak kecil ini bangga akan ayahnya dan merasakan selalu kehadiran ayahnya disampingnya. anak itu pun beranjak dewasa, ayahnya telah mengajarinya banyak hal dalam kehidupan dan ayahnya yakin bahwa anaknya dapat melaksanakan hidupnya dengan baik dan membawa kebanggaan baginya, ayahnya mempercayakan kehidupannya untuk ia jalani. sepanjang hidup dewasanya ia mengalami banyak hal yang menyulitkannya, apa yang ia minta kepada ayahnya tidak lagi dipenuhi oleh ayahnya, dalam kesulitannya ia berteriak kepada ayahnya tetapi ayahnya seperti memalingkan telinganya, iapun berusaha menjalani hidupnya dalam kesusahan dan belajar dari kehidupan yang di jalaninya sambil terus berseru kepada ayahnya, hari lepas hari ia menjadi seorang yang kuat, seorang yang boleh dikatakan benar-benar dewasa dan seseorang yang hidup menyenagkan hati ayahnya, iapun mengerti kalau ayahnya tidak pernah meninggalkannya sendirian dan apa yang trjadi dalam hidupnya adalah rencana seorang ayah yang hebat yang terus memandang kehidupan anaknya walau ia kadang tidak mengetahui hal itu. suasana menjadi hening beberapa saat, sambil tersenyum bahagaia dia menyahut cicak itu,' hai cicak yang bijaksana, sekarang nyata bagiku kasih Tuhan dalam hidupku yang tidak bekesudahan, Ia yang dulu memberkatiku, Ia juga yang sekarang akan memeliharaku, Ia tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya sebab Ia adalah Tuhanku yang mengasihiku. ckckckc.. cicak itu tersenyum dan meninggalkanya. Dia memalingkan wajahnya menatap lampunya yang redup, memejamkankan matanya dan terlelap dalam tidurnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-2903953357527411629?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/2903953357527411629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/cicak-di-dinding-kamarku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2903953357527411629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2903953357527411629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/cicak-di-dinding-kamarku.html' title='Cicak di Dinding Kamarku'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-2041242065020082399</id><published>2010-01-05T16:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T16:57:07.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Beberapa Tips</title><content type='html'>9 CARA BERKAWAN DAN MEMPENGARUHI ORANG&lt;br /&gt;1. REMEMBER THE NAME: INGATLAH BAHWA NAMA SESEORANG, ADALAH YANG TERPENTING DALAM SEGALA BAHASA DAN BENTUK PERHARGAAN APAPUN DAN BAGI DIRINYA, ADALAH SUARA YANG TERINDAH DARI SUARA YANG ADA.&lt;br /&gt;2. APPRECIATION: MANUSIA SANGAT MENGHARGAI BILA DIBERIKAN PENGHARGAAN SECARA TULUS DAN JUJUR&lt;br /&gt;3. ATTENTION: BERILAH PERHATIAN YANG SUNGGUH SUNGGUH KEPADA ORANG LAIN&lt;br /&gt;4. PROUD: MEMBICARAKAN DIRI SENDIRI TENTANG KEBERHASILAN-KEBERHASILANNYA MERUPAKAN KESENANGAN TERSENDIRI, BERBICARALAH MENGENAI KESENANGAN ORANG LAIN&lt;br /&gt;5. IMPORTANT: BERBUATLAH AGAR ORANG LAIN MERASA BAHWA DIRINYA PENTING DAN LAKUKAN HAL INI DENGAN TULUS DAN JUJUR&lt;br /&gt;6. GOOD LISTENER: JADILAH PENDENGAR YANG BAIK DAN BERILAH DORONGAN AGAR ORANG LAIN BERBICARA MENGENAI DIRINYA&lt;br /&gt;7. GOOD FRIEND: BUATLAH BAHWA KEHADIRAN ANDA DIPERLUKAN OLEH REKAN-REKAN ANDA&lt;br /&gt;8. DON’T COCA COLA CUP: JANGAN SENANTIASA / SELALU MENGKRITIK, MENGUTUK, MAUPUN MENGELUH&lt;br /&gt;9. S M I L E: BERILAH KEPADA TEMAN / KAWAN SESUATU YANG SANGAT MURAH ( BAGI KITA - PEMBERI ) AKAN TETAPI SANGAT BERARTI ( BAGI YANG MENERIMA )&lt;br /&gt;10 CARA UNTUK BEKERJA SAMA&lt;br /&gt;1. CARA TERBAIK DALAM PERDEBATAN ADALAH: MENGHINDARINYA&lt;br /&gt;2. HARGAILAH PENDAPAT ORANG LAIN DAN JANGAN MENGATAKAN BAHWA PENDAPATNYA ADALAH: SALAH&lt;br /&gt;3. AKUI KESALAHAN: BILA ANDA BERSALAH AKUILAH SECEPATNYA DAN JELASKAN KESALAHAN ANDA&lt;br /&gt;4. BERFIKIR POSITIP. AWALI PEMBICARAAN DENGAN CARA YANG BERSAHABAT.&lt;br /&gt;5. USAHAKAN AGAR ORANG LAIN BERKATA: YA - YA - YA&lt;br /&gt;6. JANGAN MEMONOPOLI PEMBICARAAN: USAHAKAN AGAR LAWAN BICARA ANDA MENGAMBIL BAGIAN YANG LEBIH BANYAK DALAM PEMBICARAAN YANG BERSEMANGAT&lt;br /&gt;7. APALAH ARTINYA NAMA: BIARKAN ORANG LAIN MERASA BAHWA IDE-IDE DATANG DARI PADANYA&lt;br /&gt;8. OBJEKTIP: BERUSAHALAH UNTUK MELIHAT DARI SUDUT PANDANG ORANG LAIN DENGAN SEJUJUR-JUJURNYA&lt;br /&gt;9. RASIONAL: BERSIKAPLAH SIMPATIK TERHADAP KEINGINAN SERTA IDE-IDE ORANG LAIN&lt;br /&gt;10. MOTIVASI: HADAPI ORANG LAIN DENGAN MOTIVASI YANG TINGGI&lt;br /&gt;9 CARA UNTUK MEMOTIVASI ORANG&lt;br /&gt;1. PUJIAN: AWALILAH DENGAN PUJIAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH DENGAN TULUS&lt;br /&gt;2. JANGAN MENUDUH: BILA ORANG LAIN DINILAI BERSALAH, JANGANLAH DITUDUH SECARA LANGSUNG&lt;br /&gt;3. INTROSPEKSI: BERBICARALAH TENTANG KESALAHAN DIRI ANDA SENDIRI SEBELUM MEMPERSALAHKAN ORANG LAIN&lt;br /&gt;4. PERTANYAAN POSITIP: BENTUKLAN PERINTAH-PERINTAH ANDA DALAM BENTUK PERTANYAAN-PERTANYAAN&lt;br /&gt;5. HARGA DIRI: HARUS DIUSAHAKAN AGAR ORANG LAIN TIDAK KEHILANGAN MUKA&lt;br /&gt;6. PUJIAN - PRAISE: BERIKANLAH PUJIAN DALAM PRESTASI SEKECIL APAPUN DAN DUKUNGLAH ATAS USAHANYA&lt;br /&gt;7. CONTOH YANG BAIK (GOOD EXAMPLES): BERIKAN GAMBARAN REPUTASI YANG BAIK TENTANG ORANG LAIN UNTUK DAPAT MENDORONG MENJADI LEBIH BAIK.&lt;br /&gt;8. BERFIKIR POSITIP: GUNAKAN DORONGAN SEMANGAT DAN USAHAKAN AGAR TIAP KESALAHAN MENJADI MUDAH UNTUK DIPERBAIKI&lt;br /&gt;9. BAHAGIA - HAPPY: BUATLAH ORANG LAIN MERASA BAHAGIA UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL YANG ANDA USULKAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-2041242065020082399?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/2041242065020082399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/beberapa-tips.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2041242065020082399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2041242065020082399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2010/01/beberapa-tips.html' title='Beberapa Tips'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-2398523951284538560</id><published>2009-12-10T01:52:00.001-08:00</published><updated>2009-12-10T01:52:54.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hidup'/><title type='text'>Tentukan Pilihan Hidup Anda Secara Bijak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hidup terbentuk oleh pilihan-pilihan, terbentang dari yang biasa-biasa sampai yang memeras otak. Mau jadi apa saya nanti, mau pakai baju apa saya hari ini? Mau makan apa hari ini dan hari esok? Harus menikah dengan siapa? Apakah karir masa depanku? Pilihan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Besar dan kecil, pilihan-pilihan kitalah yang menata hari-hari kita, menetapkan siapa diri kita, dan sebagian besar menentukan level kebahagiaan dan kepuasan hidup kita. Ironisnya, pilihan-pilihan sepele (bayangkan berapa jam anda menghabiskan waktu untuk menentukan baju apa yg dibeli, mau pake apa besok) sering memperoleh sebagian besar porsi waktu dan perhatian kita, sedangkan untuk pilihan-pilihan krusial, penting, besar yang menentukan dampak / perubahan besar sering terabaikan bahkan tersisihkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apakah yang Anda inginkan dari kehidupan? Ingin menjadi orang seperti apakah Anda? Mungkin saja sekedar menjalani hidup tanpa mengurusi pertanyaan besar demikian – seperti dilakukan jutaan orang — tapi cara hidup demikian kebanyakan berakhir mengecewakan dan penuh penyesalan daripada kebahagiaan dan pencapaian sejati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jika Anda tak jelas kemana harus melangkah, Anda mungkin saja berlabuh dimana saja. Jangan biarkan hal itu terjadi pada diri Anda. Temukan apa yang paling berharga bagi hidup Anda dan kejarlah itu. “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berapa banyak orang pernah menemukan mutiara tersebut sebelumnya, namun tidak menyadari nilai sesungguhnya? Berapa banyak orang pernah mengingini mutiara tersebut, tapi malah menghamburkan sumber dayanya pada hal-hal yang jauh lebih rendah nilainya? Apakah mutiara berharga kehidupanmu? Hal-hal lain apa yang Anda siap korbankan untuk menukarkannya dengan mutiara berharga tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Keputusan-keputusan itu hanya Anda yang bisa membuatnya dengan pertolongan Allah, karena Anda tidak bisa berjalan sendiri tanpa-NYA. Di hadapan Anda terbentang beberapa pilihan Jalan… Seorang John Oxenham, berucap, "di depan setiap orang terbentang, jalan yang luhur dan rendah, dan tiap orang menentukan jalan yang harus ditempuh jiwanya".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saudara-saudariku, saya ingatkan lagi bahwa Anda tidak bisa bekerja sendiri dalam menentukan pilihan itu, sertakan Tuhan dalam penentuan pilihan Anda, dan yakinlah bahwa DIA akan membantu Anda dalam menentukan pilihan yang terbaik untuk Anda. Mereka yang berjiwa luhur menempuh jalan yang luhur, dan yang berjiwa kerdil menjelajahi jalan yang rendah. Dan di antara keduanya, pada lereng berkabut, orang selebihnya berkeliaran kesana-kemari tanpa tujuan..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-2398523951284538560?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/2398523951284538560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/12/tentukan-pilihan-hidup-anda-secara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2398523951284538560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2398523951284538560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/12/tentukan-pilihan-hidup-anda-secara.html' title='Tentukan Pilihan Hidup Anda Secara Bijak'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-1474986403078945981</id><published>2009-11-03T06:35:00.001-08:00</published><updated>2009-11-03T06:35:48.444-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesal'/><title type='text'>Penyesalan</title><content type='html'>Ce : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa ?&lt;br /&gt;Co : Kamu dong !!!&lt;br /&gt;Ce : Menurut kamu, aku ini siapa ?&lt;br /&gt;Co : (berpikir sejenak lalu menatap Ce dengan pasti) Kamu tulang rusukku!!! Karena Tuhan melihat bahwa Adam kesepian.Saat Adam tidur,Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa.Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya,tidak lagi merasakan sakit di hati …&lt;br /&gt; "Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat.Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan.&lt;a id="more-26"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada akhir sebuah pertengkaran Ce lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku!". Co sangat membenci ketidak dewasaan Ce dan secara spontan balik berteriak "Aku menyesal kita menikah!Kamu ternyata bukan tulang rusukku !!!"&lt;br /&gt;Tiba - tiba Ce menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat.Co menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata,Ce kembali ke rumah dan mengambil barang - barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejatimasing -masing.&lt;br /&gt;Lima tahun berlalu. Co tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Ce. Ce pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali.Dia pernah menikah dengan seorang asing dan bercerai. Co agak kecewa bahwa Ce tidak menunggunya kembali. Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya dan merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Ce.&lt;br /&gt;Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu.Di airport, di tempat di mana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.&lt;br /&gt; Co : Apa kabar ?&lt;br /&gt;Ce : Baik … apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang ?&lt;br /&gt;Co : Belum.&lt;br /&gt;Ce : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, tidak ada yang berubah.Ce tersenyum manis,lalu berlalu.&lt;br /&gt;"Good bye"&lt;br /&gt;…." Satu minggu kemudian ternyata Ce adalah satu korban Menara WTC.&lt;br /&gt; Malam itu, sekali lagi, Co mereguk kopinya dan kembali merasakan Sakit dihatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Ce,Tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.&lt;br /&gt;"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya adalah fatal. Seringkali penyesalan itu datang belakangan akibatnya setelah kita menyadari kesalahan kita, semua sudah terlambat….&lt;br /&gt;Karena itu jagalah dan sayangilah orang yang kau cintai dengan segenap hatimu…,Sebelum kau mengucapkan sesuatu berpikirlah dulu,apakah kata - kata yang kau ucapkan akan menyakiti orang yang kau cintai?? Kalo iya sebaiknya jangan kau ucapkan. Karena akan semakin besar resiko kau kehilangan orang yang kau cintai. Jadi berpikirlah dahulu, apakah kata -kata yang akan kau ucapkan sebanding dengan akibat yang akan kau terima??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-1474986403078945981?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/1474986403078945981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/11/penyesalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/1474986403078945981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/1474986403078945981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/11/penyesalan.html' title='Penyesalan'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-1222982740739131266</id><published>2009-10-10T00:12:00.001-07:00</published><updated>2009-10-10T00:12:55.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love'/><title type='text'>Endless Love</title><content type='html'>From the very begining, the girl's family objected strongly on her dating this guy. Saying that it has got to do with family background,&amp; that the girl will have to suffer for the rest of her life if she were to be with him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to family's pressure, the couple quarrel very often. Though the girl love the guy deeply, but she always ask him: "How deep is your love for me?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the guy is not good with his words, this often cause the girl to be very upset. With that &amp; the family's pressure, the girl often vent her anger on him. As for him, he only endure it in silence. After a couple of years, the guy finally graduated &amp; decided to further his studies in overseas. Before leaving, he proposed to the girl: "I'm not very good with words. But all I know is that I love you. If you allow me, I will take care of you for the rest of my life. As for your family, I'll try my best to talk them round. Will you marry me?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The girl agreed, &amp; with the guy's determination, the family finally gave in &amp; agreed to let them get married. So before he leave, they got engaged.&lt;br /&gt;The girl went out to the working society, whereas the guy was overseas, continuing his studies. They sent their love through emails &amp; phone calls. Though it's hard, but both never thought of giving up.&lt;br /&gt;One day, while the girl was on her way to work, she was knocked down by a car that lost control. When she woke up, she saw her parents beside her bed. She realised that she was badly injured. Seeing her mum crying, she wanted to comfort her. But she realized that all that could come out of her mouth was just a sigh. She has lost her voice......&lt;br /&gt;The doctors says that the impact on her brain has caused her to lose her voice. Listening to her parents' comfort, but with nothing coming out from her, she broke down.&lt;br /&gt;During the stay in hospital, besides silence cry,.....it's still just silence cry that companied her. Upon reaching home, everything seems to be the same. Except for the ringing tone of the phone.Which pierced into her heart everytime it rang. She does not wish to let the guy know. &amp; not wanting to be a burden to him, she wrote a letter to him saying that she does not wish to wait any longer.&lt;br /&gt;With that, she sent the ring back to him. In return, the guy sent millions &amp; millions of reply, and countless of phonecalls,.. all the girl could do, besides crying, is still crying....The parents decided to move away, hoping that she could eventually forget everything &amp; be happy.&lt;br /&gt;With a new environment, the girl learn sign language &amp; started a new life. Telling herself everyday that she must forget the guy. One day, her friend came &amp; told her that he's back. She asked her friend not to let him know what happened to her. Since then, there wasn't anymore news of him.&lt;br /&gt;A year has passed &amp; her friend came with an envelope, containing an invitation card for the guy's wedding. The girl was shattered. When she open the letter, she saw her name in it instead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When she was about to ask her friend what's going on, she saw the guy standing in front of her.&lt;br /&gt;He used sign language telling her "I've spent a year's time to learn sign language. Just to let you know that I've not forgotten our promise. Let mehave the chance to be your voice. I Love You.&lt;br /&gt;With that, he slipped the ring back into her finger. The girl finally smiled.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-1222982740739131266?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/1222982740739131266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/10/endless-love.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/1222982740739131266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/1222982740739131266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/10/endless-love.html' title='Endless Love'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-1009645470789119927</id><published>2009-09-26T01:17:00.001-07:00</published><updated>2009-09-26T01:17:43.059-07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Kamu Percaya, Itu Yang Kamu Dapat</title><content type='html'>Nick adalah seorang yang besar, kuat dan keras, yang bekerja di suatu langsiran kereta api selama bertahun-tahun. Ia adalah salah seorang pegawai terbaik perusahaannya - selalu tiba tepat waktu, dapat diandalkan, pekerja keras yang dapat menyesuaikan diri dengan para pegawai lainnya.&lt;br /&gt;Tetapi Nick mempunyai satu masalah besar. Sikapnya terus-menerus negatif. Ia dikenal di sekitar langsiran kereta api itu sebagai orang yang paling pesimis di tempat kerja. Ia selalu takut pada hal yang terburuk dan terus-menerus khawatir, takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.&lt;br /&gt;Suatu hari musim panas, para pegawai diberitahukan bahwa mereka dapat pulang satu jam lebih awal untuk merayakan ulang tahun mandor mereka. Semua pekerja pergi, tetapi entah bagaimana, Nick secara kebetulan terkunci dalam sebuah mobil boks pendingin yang telah dibawa ke langsirang kereta api itu untuk diperbaiki. Mobil boks itu kosong dan tidak terhubung dengan satu kereta pun.&lt;br /&gt;Saat Nick menyadari bahwa ia terkunci di dalam mobil boks pendingin itu, ia panik. Nick mulai memukuli pintu-pintu begitu kerasnya sehingga lengan dan tinjunya berdarah. Ia menjerit dan menjerit, tetapi para rekan kerjanya telah pulang ke rumah untuk bersiap ke pesta itu. Tak seorang pun dapat mendengar panggilan minta tolong Nick yang putus asa. Lagi dan lagi ia memanggil, sampai suaranya menjadi suatu bisikan serak.&lt;br /&gt;Karena sadar bahwa ia ada dalam mobil boks, Nick mengira bahwa suhu dalam mobil itu jauh di bawah titik beku, mungkin serendah lima atau sepuluh derajat Fahrenheit. Nick takut pada hal terburuk. Ia mengira, Apakah yang akan kulakukan? Jika aku tidak keluar dari sini, aku akan membeku sampai mati! Aku tidak bisa tinggal di sini sepanjang malam. Semakin ia memikirkan keadaan-keadaannya, semakin dingin rasa tubuhnya. Dengan pintu tertutup rapat, dan tak ada jalan keluar yang tampak, ia duduk menunggu kematiannya yang tak terhindari dengan mati membeku atau kekurangan udara, yang mana yang datang lebih dahulu.&lt;br /&gt;Waktu berlalu, ia memutuskan untuk mencatat tentang kematiannya. Ia menemukan sebatang pena dalam saku kemejanya dan melihat selembar karton tua bekas di sudut mobil itu. Sambil gemetar hampir tak terkendalikan, ia menulis cepat-cepat sebuah pesan untuk keluarganya. Di dalamnya Nick mencatat kemungkinan- kemungkinannya yang menakutkan: "Semakin kedingingan. Tubuh mati rasa. Jika aku tidak segera keluar, ini mungkin akan menjadi kata-kata terakhirku."&lt;br /&gt;Dan memang demikian... Pagi berikutnya, saat para pegawai datang bekerja, mereka membuka mobil boks itu dan menemukan tubuh Nick rubuh di sudut. Saat otopsi diselesaikan, ternyata Nick memang membeku sampai mati. Nah, sekarang adalah teka-teki yang menarik: para investigator menemukan bahwa unit pendingin bagi mobil di mana Nick telah terjebak itu bahkan tidak menyala! Nyatanya, mobil itu sudah rusak untuk beberapa waktu dan tidak berfungsi pada saat Nick mati. Suhu dalam mobil tersebut malam itu -malam Nick membeku sampai mati- adalah enam puluh satu derajat Fahrenheit! Nick membeku sampai mati dalam suhu yang sedikit kurang dari suhu ruangan normal karena ia percaya bahwa ia ada dalam sebuah mobil boks yang membeku. Ia mengharapkan untuk mati! Ia yakin bahwa ia tidak mempunyai kesempatan sedikit pun. Ia mengharapkan yang terburuk terjadi pada dirinya. Ia melihat dirinya sendiri ditakdirkan tidak dapat lolos. Ia kalah dalam peperangan dalam pikirannya sendiri!&lt;br /&gt;Bagi Nick, hal yang ia takutkan dan harapkan terjadi, terwujud juga. Pepatah lama "Kehidupan adalah suatu nubuatan yang dipenuhi sendiri" memang benar baginya. Itu biasanya terjadi dalam kehidupan anda juga. Banyak orang pada masa kini sama dengan Nick. Mereka selalu mengharapkan yang terburuk. Mereka mengharapkan kekalahan. Mereka mengharapkan kegagalan. Mereka mengharapkan keadaan biasa-biasa saja. Dan, mereka biasanya mendapatkan apa yang mereka harapkan; mereka menjadi apa yang mereka percayai.&lt;br /&gt;Tetapi anda dapat mempercayai hal-hal baik. Saat anda menghadapi masa sukar, jangan berharap untuk tetap tinggal di sana. Harapkanlah untuk keluar dari masalah itu. Harapkanlah Tuhan untuk secara ajaib mengubahnya. Saat bisnis menjadi sedikit sepi, jangan harapkan untuk bangkrut; jangan membuat rencana-rencana untuk gagal. Berdoalah dan harapkanlah Tuhan untuk mendatangkan para pelanggan kepada anda.&lt;br /&gt;Jika anda mengalami kesukaran-kesukaran dalam pernikahan anda, jangan hanya menyerah dalam frustasi dan berkata, "Aku seharusnya tahu bahwa pernikahan ini memang ditakdirkan untuk gagal sejak semula." Tidak! Jika anda sedang melakukannya, berarti anda sedang menanggapi dengan cara Nick. Pengharapan anda yang lemah akan menghancurkan pernikahan anda; cara berpikir anda yang salah akan menjatuhkan anda. Anda harus mengubah cara berpikir anda. Ubahlah yang anda harapkan. Berhentilah mengharapkan untuk gagal. Mulailah mempercayai bahwa anda akan berhasil!&lt;br /&gt;Bahkan jika fondasi hidup anda runtuh, sikap anda seharusnya adalah: "Tuhan, aku tahu bahwa Engkau akan mengubah ini dan menggunakannya untuk kebaikanku. Tuhan, aku percaya, bahwa Engkau akan membawaku keluar lebih kuat dibanding sebelumnya..."&lt;br /&gt;Quoted from "Your Best Life" Now by Joel Osteen&lt;a href="http://www.rumahrenungan.com/2009/01/apa-yang-kamu-percaya-itu-yang-kamu.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-1009645470789119927?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/1009645470789119927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/09/apa-yang-kamu-percaya-itu-yang-kamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/1009645470789119927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/1009645470789119927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/09/apa-yang-kamu-percaya-itu-yang-kamu.html' title='Apa Yang Kamu Percaya, Itu Yang Kamu Dapat'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-4411395386868151923</id><published>2009-09-26T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T00:51:10.015-07:00</updated><title type='text'>Biji Apel</title><content type='html'>Holaram,sang menteri dari Negeri Zimbakyu, sedang menghadiri suatu konfrensi internasional. Secara kebetulan tempat duduk dia bersebelahan dengan tempat duduk seorang menteri dari negara Paman Sam yang kebetulan beragama Yahudi. Kebetulan-kebetulan semacam itu membuat dia bingung, tetapi apa boleh buat? Kalau pindah tempat duduk, takut dianggap penghinaan terhadap wakil resmi negara paman Sam.&lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya dalam konfrensi internasional, pidato-pidato yang dibacakan itu semuanya sudah tertulis rapih, dibuat oleh staf-staf ahli para menteri yang menyampaikan dan akan dipelajari oleh staf staf ahli para menteri yang mendengarkannya. Para menteri yang hadir, hadir karena harus hadir.&lt;br /&gt;Hanya basa-basi. Ada yang mengantuk, bahkan ada yang tiduran. Ada yang sampai ngorok. Membosankan! Hola harus menyembunyikan rasa kesal di balik seyum yang palsu. Ia harus menunjukkan sikap ramah terhadap perwakilan paman Sam yang beragama Yahudi itu. Kalau tidak, bantuan tahunan dari beberapa lembaga keuangan yang diberikan kepada negaranya atas jaminan negara paman Sam bisa mengalami kemacetan. Apa boleh buat!&lt;br /&gt;Sejak mulainya rapat itu, Hola melihat sesuatu yang aneh. Sebentar –sebentar Menteri dari Negara Paman Sam memasukkan tangan ke dalam kantong jasnya, mengeluarkan sesuatu dan memakan nya.Aneh! Kerena begitu ingin tahunya, akhirnya Hola bertanya kepada Menteri Zionis itu, "Tuan Menteri, kalau boleh tahu, apa yang sedang anda makan dari tadi?"&lt;br /&gt;“Oh tentu saja, lihat ini, biji apel”, jawabnya, sambil mengeluarkan 2 biji apel dari kantong nya. "Biji apel? Tuan Menteri memakan biji apel? Apa khasiat nya ?", Hola heran sekali.&lt;br /&gt;“Ha,anda belum tahu? Hasil riset kami bertahun tahun membuktikan bahwa biji apel bisa mencerdaskan kita, menambah kemampuan dan kinerja otak,” kata Menteri dari Paman Sam menjelaskan. “Benarkah demikian? Apabila Tuan Menteri tak keberatan, bisakah saya mencoba biji itu?” Hola tergiur untuk mencobanya. Sayang sekali, tinggal dua biji. Begini saja; satu untuk saya dan satu untuk anda. Tetapi anda harus membayar 10 dollar untuk satu biji ini.” Dalam perhitungan Paman Sam selalu akurat, tidak pernah salah. Hola senang sekali, ah rupanya itulah rahasia kecerdasan bangsa Amerika. “Terima kasih, terima kasih. Tuan menteri begitu baik hati, memberikan sesuatu yang sangat berharga, bermanfaat sekali.”&lt;br /&gt;Setelah memakan biji apel itu, Hola mulai berpikir, “Edan-gila-tidak waras, sepuluh dollar untuk satu biji apel!”. Ia menahan-nahan rasa kesalnya, akhir meluap juga, “Tuan Menteri, baru terpikir sekarang oleh saya. Dengan uang 10 dollar mungkin saya bisa beli beberapa kilo apel. Tadi Tuan menjual satu biji seharga 10 dollar. Betapa bodohnya saya!”&lt;br /&gt;“Nah itu, lihat bukti keampuhannya! Begitu makan biji apel itu, anda memperoleh pencerahan. Anda baru sadar bahwa anda bodoh. Itu hasil biji apel tadi. Sekarang anda cerdas. Anda tidak akan dibodohi lagi dan semuanya itu kerena satu biji apel,benarkan? " ujar Menteri Paman Sam.&lt;br /&gt;PENCERAHAN BERASAL DARI DALAM DIRI KITA, BUKAN DARI LUAR! diambil dari buku: “PANAS DINGIN, secangkir kopi kesadaran seusaimeditasi”, oleh Anand Krisna dari milis motivasi&lt;a href="http://www.rumahrenungan.com/2009/06/biji-apel.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bams&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-4411395386868151923?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/4411395386868151923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/09/biji-apel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/4411395386868151923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/4411395386868151923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/09/biji-apel.html' title='Biji Apel'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1218728306394918682.post-2990379375817675462</id><published>2009-09-22T23:49:00.001-07:00</published><updated>2009-09-22T23:49:59.266-07:00</updated><title type='text'>Mencintaimu Segenap Jiwa dan Ragaku</title><content type='html'>Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.&lt;br /&gt;Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan.&lt;br /&gt;Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.&lt;br /&gt;"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya.&lt;br /&gt;"Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia".&lt;br /&gt;"Kau tidak perlu meyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman.&lt;br /&gt;"Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."&lt;br /&gt;Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yang dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke. Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.&lt;br /&gt;"Pelatih", panggilnya.&lt;br /&gt;"Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?"&lt;br /&gt;Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih ekstra keras dalam beberapa hari ini.&lt;br /&gt;"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke.&lt;br /&gt;"Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu."&lt;br /&gt;Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan. Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan.&lt;br /&gt;"Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke.&lt;br /&gt;"Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"&lt;br /&gt;Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesenggukan ia berkata, "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik akibat kecelakaan itu. Minggu lalu... Ibuku meninggal."&lt;br /&gt;Luke kembali menangis. Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata, "Hari ini... hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka".&lt;br /&gt;Luke kembali menangis terisak-isak. Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak. Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke. Ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orangtuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya. Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.&lt;br /&gt;Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN : Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah dan ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi dan hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita. Bukannya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji yang membuat mereka malu.Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1218728306394918682-2990379375817675462?l=trahwitopan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trahwitopan.blogspot.com/feeds/2990379375817675462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/09/mencintaimu-segenap-jiwa-dan-ragaku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2990379375817675462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1218728306394918682/posts/default/2990379375817675462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trahwitopan.blogspot.com/2009/09/mencintaimu-segenap-jiwa-dan-ragaku.html' title='Mencintaimu Segenap Jiwa dan Ragaku'/><author><name>Mas Roso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12468097834741589716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ayHzKXfypOs/StfkMMf2keI/AAAAAAAAAEU/KMqBCG_GNjA/S220/Image(16).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
